Koalisi Aksi Nasional Pengurangan Gula (NASR) telah menganjurkan kenaikan pajak minuman manis (SSB) sebesar 20% dalam upaya untuk menyelaraskan dengan standar global dan meningkatkan indeks layanan kesehatan di Nigeria.

Adamu Alhassan Umar, Presiden Nigeria Cancer Society (NCS) dan salah satu ketua NASR, menyampaikan pernyataan ini dalam pertemuan pemangku kepentingan yang diadakan di Abuja pada hari Rabu.

Koalisi tersebut menganjurkan kenaikan pajak sebesar 20% pada SSB, dengan pendapatan yang dihasilkan ditujukan untuk memitigasi dampak penyakit tidak menular (NCD) pada sektor kesehatan.

Dr. Umar menekankan tekanan ekonomi yang ditimbulkan oleh PTM, yang menyumbang 30% kematian di Nigeria, dengan menyebutkan biaya pengobatan yang sangat tinggi, hilangnya produktivitas, dan dampak buruknya terhadap pembangunan nasional.

Menyoroti hubungan antara konsumsi SSB yang tinggi dan prevalensi PTM seperti kanker, diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan gagal ginjal, Dr. Umar menekankan pentingnya penerapan perubahan kebijakan ini.

Dr. Umar menguraikan alasan koalisi, dengan menyatakan, “Tarif pajak yang menaikkan harga minuman manis setidaknya 20 persen dari harga eceran akhir dianggap perlu untuk mengurangi konsumsi secara signifikan dan meningkatkan hasil kesehatan masyarakat.”

NASR bertujuan untuk meringankan beban pada sistem layanan kesehatan dan meningkatkan kesejahteraan warga Nigeria melalui inisiatif ini. Para ahli telah mengidentifikasi minuman manis sebagai penyebab utama obesitas, diabetes, dan kerusakan gigi, dan konsumsi berlebihan memperburuk risiko kesehatan ini, terutama di kalangan anak-anak dan remaja.

Koalisi Aksi Nasional Pengurangan Gula (NASR) adalah inisiatif kolaboratif yang dibentuk oleh para pendukung kesehatan masyarakat, pembuat kebijakan, profesional kesehatan, dan pemangku kepentingan industri untuk mengatasi krisis kesehatan masyarakat yang semakin meningkat terkait dengan konsumsi gula yang berlebihan.

NASR didirikan sebagai respons terhadap peningkatan obesitas, diabetes, dan penyakit kronis lainnya yang mengkhawatirkan terkait dengan asupan gula yang tinggi.